19 September 2026 — Asosiasi Qaiya Hijau Tekno Nusantara (Asosiasi QAHITENA) berhasil menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi, Pengenalan Profil, dan Penguatan Jejaring Asosiasi QAHITENA secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, teknologi tepat guna, pertanian, peternakan, maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain mengikuti paparan dari kedua narasumber, peserta juga aktif berbagi pengalaman, menyampaikan praktik yang telah dilakukan di daerah masing-masing, serta mengajukan berbagai pertanyaan dan gagasan kepada para narasumber.
Interaksi tersebut menjadikan kegiatan tidak hanya sebagai forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik antar peserta.
Memperkenalkan QAHITENA dan Membangun Jejaring
Kegiatan diawali dengan Silaturahmi dan Paparan Pengenalan Profil Asosiasi QAHITENA.
Pada sesi ini disampaikan perjalanan, visi, misi, bidang kegiatan, dan skema Kerjasama pentahelix. Di ajang silaturahmi juga dijelaskan arah pengembangan QAHITENA ke depan. Saat ini Qahitena sudah memiliki Langkah nyata bermitra dengan para pihak antara lain dengan Kemendikdasmen – Direktorat Kursus dan Pelatihan melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Kompetensi bidang Pengelolaan Sampah, Kemenaker melalui pelatihan vokasi dan profesi, Kemendes – program paska P3PD (exit strategy Smart Village), CSWM UI dengan Merdeka Smpah, KLH dengan komunitas pelestarian lingkungan hidup, GRADASI melalui literasi digital dll. QAHITENA diperkenalkan sebagai wadah yang berupaya mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, pertanian dan peternakan, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan.
QAHITENA tidak ingin berhenti sebagai ruang komunikasi, tetapi ingin membangun jejaring yang memungkinkan para anggotanya untuk belajar, berbagi, berkolaborasi, mengembangkan inovasi, serta melahirkan kegiatan nyata di daerah.
“Sampah, Teknologi & Ekonomi: Dari Masalah Menjadi Peluang”
Sesi berikutnya menghadirkan Bapak M. Syamsul Bakri, S.Kom., dengan tema:
“Sampah, Teknologi & Ekonomi: Dari Masalah Menjadi Peluang”
Sebagai praktisi yang memiliki keahlian dalam integrasi Teknologi Tepat Guna, TI dan digitalisasi untuk solusi lingkungan, beliau memberikan perspektif mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Materi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang menghubungkan pengelolaan sampah dengan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan aktivitas ekonomi.
“Program Merdeka Sampah Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah”
Sesi kedua menghadirkan Dr. Muhammad Khoirul Anwar, Dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Jakarta, praktisi, sekaligus Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM.
Beliau menyampaikan materi:
“Program Merdeka Sampah Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah”
Paparan memberikan gambaran mengenai pentingnya pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun gerakan pengelolaan sampah.
Berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta menunjukkan bahwa persoalan sampah memiliki tantangan yang beragam di setiap daerah. Hal tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun jejaring agar pengalaman dan solusi dari satu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya.
Peserta Aktif Berbagi Pengalaman
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah tingginya partisipasi dan antusiasme peserta. Diskusi berlangsung interaktif, karena peserta juga di beri ruang untuk membagikan pengalaman nyata yang telah mereka lakukan, mulai dari pengelolaan sampah organik, pemberdayaan masyarakat, teknologi tepat guna, kegiatan komunitas, hingga upaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak di daerah.. Hal ini menjadi modal penting bagi QAHITENA untuk mengidentifikasi potensi, pengalaman, kebutuhan, dan peluang kolaborasi yang dimiliki para peserta.
Dengan demikian, kegiatan silaturahmi ini diharapkan tidak berhenti setelah Zoom selesai, tetapi dapat dilanjutkan melalui komunikasi dan kegiatan nyata di masing-masing daerah.
Pendataan Calon Pengurus DPD dan DPC
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan rencana penguatan organisasi melalui pembentukan DPD dan DPC Asosiasi QAHITENA.
Peserta diarahkan untuk mengikuti proses pendataan dan pemetaan calon pengurus DPD/DPC, sebagai bagian dari upaya mengetahui potensi dan kesiapan para anggota yang ingin berkontribusi dalam pengembangan QAHITENA di daerah.
QAHITENA berharap proses tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menemukan para penggerak daerah yang memiliki semangat dan komitmen untuk mengembangkan program sesuai potensi serta kebutuhan wilayah masing-masing.
Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Nyata
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini menjadi momentum penting bagi Asosiasi QAHITENA dalam memperluas jejaring dan membuka ruang kolaborasi.
Ke depan, QAHITENA akan melanjutkan komunikasi dengan para peserta dan anggota untuk memetakan potensi daerah, memperkuat jejaring, serta mempersiapkan pembentukan DPD dan DPC QAHITENA.
QAHITENA: Dari Silaturahmi, Menjadi Kolaborasi. Dari Kolaborasi, Menjadi Aksi.
Asosiasi QAHITENA berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat, komunitas, lembaga, akademisi, dunia usaha, pemerintah, praktisi, dan berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus meningkatkan keberdayaan masyarakat.
